THE JOY OF SHARING

From educational point of view, children and books are inseparable. They can learn a lot from books. Imagine how they are amazed by the pictures, enchanted by the contents, and inspired by the moral of the story. All the magic a book can bring to the mind and spirit of a child is an everlasting and powerful contribution to their life-time education, their spiritual growth, and at the same time, their intelligence, and hence, the future of humankind. But not all children have the privilege to access the wonderful world of knowledge and wisdom through books, good books. Especially for those who live in rural areas and remote places, such knowledge and information are inaccessible due to lack of development and poor physical and social environment. If we care about these underprivileged children and willing to extent our concern to help them open their eyes and unlock the door of joy they may experience in reading books, we make an appeal to you: join us to make a collection of used or new books to be donated to those underprivileged children in Indonesia, our future generation of life and its unlimited richness.

We are Vidya Sanggraha (
vidya means knowledge and sanggraha means collection), a non-profit organization which collects books and other learning materials such as VCD and other form of multimedia for children in need especially in remote areas in Indonesia. If you wish to donate books, learning materials, VCD, or funds, can you please contact us at:

Cecil Damayanti (cecil.damayanti@gmail.com), hp 0818.152040, or
Caecilia Triastuti (c_triastuti@yahoo.com)

Thank you for your generosity and your kindness. It is indeed a blessed spirit that may help nourish the hope of children to aim for a better future. May the Almighty God bless you for your kindness and generosity.

Uti, Cecil & Yunita (founder)

Buku adalah salah satu pintu utama menuju pengetahuan, kehidupan, dan kebijaksanaan. Bagi anak-anak dimana sebagian besar dunia mereka secara alamiah adalah dunia belajar, sudah selayaknya buku menjadi bagian hidup mereka yang tak terpisahkan. Kegembiraan dan keajaiban yang bisa dibawa oleh sebuah buku kepada jiwa dan pikiran seorang anak adalah harta terindah yang bisa kita berikan kepada generasi penerus yang akan mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang lebih baik. Namun bagi anak-anak di pedalaman dan yang berasal dari keluarga berkekurangan, buku yang baik, bervariasi, dan bermutu adalah jauh panggang dari api. Kita bisa menjadi jalan bagi mereka untuk menemukan kebahagiaan yang bersumber dari kegiatan membaca buku dengan menyumbangkan buku-buku, baik bekas maupun baru, kepada mereka, melalui kami. Indahnya hidup ini bila kita bisa saling berbagi dan saling bergandengan tangan meraih masa depan bersama yang lebih baik.

Kami, Vidya Sanggraha (
vidya artinya pengetahuan dan sanggraha artinya koleksi), adalah organisasi nirlaba, bergerak dalam bidang pengumpulan buku-buku bacaan untuk anak-anak dan berbagai sarana pembelajaran, misalnya dalam bentuk multimedia dan VCD, baik baru maupun bekas, untuk disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan di Indonesia.

Jika anda tergerak untuk menyumbang, baik buku, VCD, material pembelajaran, maupun dana, silakan menghubungi kami :

Cecil Damayanti (cecil.damayanti@gmail.com), 0818.152040, atau
Caecilia Triastuti (c_triastuti@yahoo.com)

atau bisa langsung kirim bukunya ke:

Vidya Sanggraha
d/a PT Essicipta Lestari
Komplex Perkantoran Apartemen Permata Eksekutif Lt 3 U
Jl. Pos Pengumben Jakarta 11550
tel 021 53673719

Catatan : khusus utk wilayah Jakarta-Bogor kami dapat mengambilnya di lokasi anda

Untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, sumbangan buku dapat dikirimkan ke:

Caecilia Triastuti
Jalan Salatiga no.10
Malang 65145

Sumbangan dalam bentuk dana dapat dikirim ke :

Caecilia Damayanti
BCA Jakarta, KCP ITC Permata Hijau
No. 505 0275231

Terima kasih. Kepedulian dan kemurahan hati Anda adalah seberkas cahaya harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kiranya Tuhan memberkati kebaikan dan kepedulian Anda.

Uti, Cecil & Yunita (founder)

Rabu, 27 April 2011

Laporan Penerimaan dan Penyaluran Buku Per 27 April 2011

Penerimaan Buku :

1. Bapak Heri : buku bacaan populer, novel bahasa Indonesia dan Inggris, majalah Trubus

2. Ibu Sharon : buku pelajaran

3. Ibu Liana : buku bacaan anak, majalah anak-anak

4. Ibu Wati : komik (3 dus)

5. Ibu Rike : buku pelajaran dan majalah anak-anak

6. BPK Gunung Mulia : buku renungan Saat Teduh

7. Siska : majalah


Penyaluran Buku :


1. Light of Life untuk disalurkan ke Flores : buku bacaan anak-anak dan majalah anak-anak

2. Rumah Baca Sunan Pathi, Dusun Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang : majalah Trubus

3. Br Petrus Partono dan pasien-pasien RS Siloam Gleneagles : buku renungan Saat Teduh



.

Senin, 02 Agustus 2010

LAPORAN PENERIMAAN & PENYALURAN SUMBANGAN BUKU PER 1 AGUSTUS 2010

Penerimaan buku :

1. Tiga (3) dus buku pelajaran dari Jeslynn & Kathlynn, Bandung
2. Tujuhpuluh lima (75) buah buku renungan harian 'Saat Teduh' dari BPK Gunung Mulia
3. Buku-buku pelajaran dari umat Gereja St. Laurensius, Alam Sutera, Tangerang
4. Buku-buku pelajaran dari Frans, Kelapa Dua - Pos Pengumben, Jakarta
5. Delapan (8) dus/kantong buku dan majalah dari Stephani Margono


Penyaluran buku :

1. Sebelas (11) dus buku ke taman baca di Papua
2. Tujuhpuluh lima (75) buku renungan dan majalah 'Hidup' ke Seminari Bandung dan Br. Petrus Partono


Demikian laporan kami, terima kasih atas perhatian dan partisipasinya.

Salam buku.

Rabu, 28 Juli 2010

Resensi buku Setitik Embun Inspirasi bagi Jiwa di majalah Aneka Yess


Resensi buku Setitik Embun Inspirasi ditulis editor senior majalah remaja Aneka Yess, Mini Sukanda, di rubrik Book Review, Teenage Self Help Books, majalah Aneka Yess. Berikut resensi pendek tersebut :

Kisah-kisah sederhana yang inspiratif ada di buku ini. Semuanya lahir dari pengalaman sehari-hari dan perenungan yang menyentuh sisi religius kita. Yap, kejadian kecil, seperti kamera kedap air baru kita yang mendadak jatuh tenggelam di laut, ternyata menyimpan hikmah di baliknya. Bikin kita sadar kalau rasa syukur, ikhlas, dan berpikir positif membuat kita lebih tenang dalam menghadapi semua masalah. Oya, dengan membeli buku ini berarti kita ikutan menyumbang buat anak kurang mampu lewat kelompok nirlaba Vidya Sanggraha.

Penulis: Para sahabat Kisah-Kisah Inspiratif di Facebook

Penerbit: Kosa Kata Kita

Peluncuran buku Setitik Embun Inspirasi bagi Jiwa, buku bagi pengumpulan dana penyediaan buku anak-anak di pedalaman


Peluncuran Buku Inspiratif, Undangan Khusus

Location Fast World Building, LANTAI 5 Jl. Gajah Mada No. 3-5, Kompleks Duta Merlin Blok D, No. 8-10, (Belakang Carrefour Duta Merlin, Dekat terminal bus Transjakarta Harmoni) Jakarta, Indonesia

UNDANGAN RESMI UNTUK PERS, JURNALIS, DISTRIBUTOR BUKU, PENERBIT, PENULIS, PEMBICARA, dan tamu-tamu khusus

Peluncuran Buku Inspiratif ala Bazaar adalah peluncuran bersama dari buku Setitik Embun Inspirasi, buku Raup Untung dengan Jual Diri, buku Chapters of Life : From Nothing to Something, dan beberapa buku terbitan dari Kosa Kata Kita (Kurniawan Junaedhie dkk)

BINTANG TAMU : ARSWENDO ATMOWILOTO (penulis, novelis, jurnalis)

Konsep Bazaar dan Inspired by books!

DOORPRIZE di awal acara (yang terlambat bisa kehabisan doorprize deh..), Obrolan Buku, Pameran buku, Discount buku hingga 50% dari penulis novel populer, hiburan musikalitas puisi, musik, dll. Ada stand makan dan minum juga biar bisa ngobrol lama dengan penulis favorit Anda sambil ngemil bareng. Dihadiri juga oleh banyak penulis favorit : Arswendo Atmowiloto, Kurniawan Junaedhie, penulis-penulis menulis kisahnya di buku Setitik Embun Inspirasi, Anny Djati, Susy Ayu, Kurnia Effendy, dan lain-lain.

Detil acara :

14.00 – 14.15 Persiapan, perkenalan
14.15 – 14.30 Doorprize 1
14.30 – 14.45 Pembacaan tulisan buku SEI
14.45 – 15.00 Doorprize 2
15.00 - 15.30 Obrolan buku SEI
15.30 – 15.45 Hiburan
15.45 – 16.15 Obrolan buku Raup Untung
16.15 – 16.30 Pembacaan tulisan buku Chapters
16.30 – 17.00 Obrolan buku Chapters of Life
17.00 – 17.30 Press Release & Hiburan
17.30 – 19.00 Pameran, acara santai, dan penutup

Jumat, 11 Juni 2010

Permohonan buku dari Ende melalui Ribbon of Love






Dear friends of Vidya Sanggraha,

Pertama-tama, PROFICIAT untuk peluncuran buku SETITIK EMBUN INSPIRASI BAGI JIWA. Terus berkarya yah!

Saat ini kami berusaha mencari sumbangan buku dan film edukatif untuk sebuah asrama di kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Flores, NTT, yang barangkali Vidya Sanggraha bersedia membantu. Nama asrama tersebut adalah “Asrama Pastoran Wolowaru”, dihuni oleh 25 - 40 anak putra yang sedang menjalani pendidikan di sekolah-sekolah SMP dan SMA di sekitar asrama tersebut. Foto anak-anak yang menghuni asrama selama tahun ajaran 2009-2010 dapat dilihat di file terlampir.

LATAR BELAKANG ASRAMA
Yang menjadi alasan mengapa anak-anak ini tinggal di asrama adalah lokasi rumah mereka yang jauh dan terpencil di wilayah pegunungan Flores. Untuk pulang ke rumah, mereka harus berjalan kaki mendaki selama satu jam, atau bahkan sampai tiga jam. Pada umumnya, anak-anak pulang ke rumah setiap dua minggu pada hari Sabtu. Setelah melepas rindu dengan orang tua, mereka kembali ke asrama membawa beras dan hasil kebun untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka selama dua minggu ke depan.

YANG SUDAH DILAKUKAN OLEH RIBBON OF LOVE
Sejak tahun 2009, Ribbon of Love membantu memberikan beasiswa pendidikan bagi beberapa anak asrama yang orang tuanya bermata pencaharian sebagai petani dan mengalami kesulitan biaya. Anak-anak di asrama ini dilatih untuk memasak sendiri, dengan bahan makanan ala kadarnya yang mereka masing-masing sanggup untuk mendapatkannya. Ketika kami amati, menu mereka sehari-hari adalah ikan kering (ikan asin) dengan sayur labu atau daun singkong. Tidak jarang pula mereka tidak makan siang. Melihat keprihatinan ini, bekerja sama dengan pembina asrama, mulai Juli 2010, Ribbon of Love akan membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dengan memberikan susu untuk dikonsumsi setiap minggu.

UNDANGAN UNTUK VIDYA SANGGRAHA
Untuk mengawali tahun ajaran 2010-2011 ini, Ribbon of Love mengundang Vidya Sanggraha untuk berpartisipasi membantu anak-anak di asrama ini demi pendidikan dan perkembangan mereka. Selama ini, wawasan yang mereka terima sangat terbatas. Sangat jarang ada anak yang memiliki buku teks pelajaran, dan juga tidak tersedia buku bacaan. Sumber informasi yang dapat diakses di luar sekolah adalah koran lokal, dan televisi yang mereka tonton satu kali dalam seminggu. Menurut pengamatan kami, mereka membutuhkan asupan informasi yang lebih luas. Buku-buku pendidikan maupun buku-buku umum yang bersifat mendidik sangat dibutuhkan. Selain itu, film-film yang bersifat mendidik juga akan mendukung perkembangan psikologis mereka sebagai anak-anak yang memasuki masa remaja.

Untuk mengakhiri undangan ini, Ribbon of Love atas nama anak-anak asrama pastoran Wolowaru mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Vidya Sanggraha yang selama ini telah banyak memberikan perhatian untuk anak-anak di wilayah NTT. Sekiranya permohonan ini diterima, bantuan berupa barang dapat dikirimkan langsung ke alamat asrama, atau ke alamat perwakilan Ribbon of Love di Jakarta.

Salam,
Ribbon of Love (Elsa)
Fund-raising team RIBBON OF LOVE

Website: www.ribbonoflove.org
Blog: http://ribbon-of-love.blogspot.com

Selasa, 08 Juni 2010

Dari buku, oleh buku, untuk buku: Info Buku Setitik Embun Inspirasi untuk dana penyaluran buku bagi anak-anak pedalaman


SEGERA TERBIT: SETITIK EMBUN - INSPIRASI BAGI JIWA
196 HAL + XI.
Editor: Caecilia Triastuti
Penerbit: Kosa Kata Kita
Copyright: Caecilia Damayanti,Yunita, Caecilia Triastuti

Dari buku, oleh buku, untuk buku,

Menerima hikmat kehidupan sambil memberi untuk hikmat kehidupan anak-anak di pedalaman melalui buku

Dear member dan donatur Vidya Sanggraha,

Selama ini kita telah dipertemukan melalui buku, dan saling berbagi kepedulian dalam menyalurkan buku bagi anak-anak di pelosok tanah air. Terimakasih untuk dukungannya selama ini.

Saat ini dengan gembira kami menyampaikan kabar bahwa kami tengah meluncurkan sebuah buku “Setitik Embun Inspirasi Bagi Jiwa” yang berisikan kumpulan kisah-kisah inspiratif dari kehidupan sehari-hari, yang ditulis oleh para sahabat page Kisah-Kisah Inspiratif di FB. Mereka yang mencintai hidup dan ingin berbagi menemukan makna hidup melalui permenungannya atas pengalaman hidup sehari-hari. Kami yakin teman-teman semua yang juga menyayangi kehidupan, akan mendapat banyak kegembiraan dan manfaat dari buku ini.

Para penyumbang tulisan dalam buku ini datang dari berbagai kalangan, yang semuanya rela menyumbangkan karyanya tanpa imbalan, supaya semua hasil penjualan buku ini dapat dipakai untuk membiayai pembelian, pengumpulan, dan distribusi buku-buku yang baik kepada anak-anak yang memerlukan melalui Vidya Sanggraha

Inilah resume isi buku Setitik Embun Inspirasi Bagi Jiwa:
Hikmat kehidupan tidak selalu datang dari peristiwa-peristiwa besar atau monumental dalam hidup. Bagi banyak orang, peristiwa yang dialami dalam hidup ini tidak spektakuler ataupun penuh kejutan. Kebanyakan mengalir biasa-biasa saja. Namun, mutiara hikmat kehidupan yang membuat kita menjadi lebih dewasa, lebih kuat, lebih optimis, dan lebih damai, justru sering tersembunyi di balik peristiwa kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang kita anggap biasa-biasa saja. Kesibukan dan rutinitas makin membuat mutiara-mutiara berharga itu sering terlewatkan.

Dalam buku ini Anda diajak untuk turut menemukan makna dari kisah-kisah nyata sehari-hari, dan menuai berkat dari apa yang kita anggap sebagai kesulitan. Saat bertemu pengamen cilik di bis kota, saat mengagumi kuda di musim dingin, ketika seorang teman kehilangan sepeda kesayangan, atau bahkan sambil menyeruput soto di pinggir jalan. Sesungguhnya masing-masing dari kita bebas untuk memaknai pengalaman hidup kita sendiri. Buku ini sekedar berbagi kegairahan dalam menemukan bahwa ternyata hidup dengan segala suka dan dukanya ini amatlah unik, kaya akan makna dan keindahan, sehingga menyemangati kita untuk menjalaninya dengan penuh syukur dan harapan..
Harga buku ini Rp 45.000.-

Ada bonus pembatas buku juga lho di sini :)

======================================

Dan kabar baiknya adalah.............................

Selama masa pre order buku SETITIK EMBUN - INSPIRASI BAGI JIWA kami memberikan discount khusus.

Untuk pembelian 1 buku SETITIK EMBUN - INSPIRASI BAGI JIWA kami berikan harga Rp 40.000,- (discount Rp 5.000,-).

Harga di atas belum termasuk ongkos kirim.

Ongkos kirim untuk wilayah:

Jakarta sebeser Rp 5.000,- .
Bogor dan Bekasi sebesar Rp 8.000,-
Tangerang sebesar Rp 6.000,-
Kabupaten Tangerang Rp 6.500,-
Serang Rp 7.500,-
Bandung dan Surabaya Rp 13.000,-
Yogyakarta Rp 12.000,-
Cirebon Rp 15.000,-
Surakarta Rp 12.000,-
Samarinda Rp 31.500,-
Samarinda (Palaran) Rp 40.000,-
Pontianak Rp 20.000,-
Palembang Rp 16.000,-
Bandar Lampung Rp 13.000,-
Pangkal Pinang Rp 16.000,-
Medan Rp 21.000,-
Padang Sidempuan Rp 29.000,-
Pematang Siantar Rp 27.000,-
Bengkulu Rp 17.000
Kab Bengkulu selatan Rp 31.000,-
Kab Bengkulu utara Rp 29.000,-
Jambi Rp 15.000,-
Pekan Baru Rp 19.000,-

Apabila sudah di pinggir kota maka tarifnya akan berbeda lagi
Tarif ini disesuaikan dengan tarif dari perusahaan jasa kurir.
Untuk info tarif di daerah lain silakan hubungi kami lewat email

Pemesanan atau pertanyaan ongkos kirim bisa melalui email ke kalender.inspiratif@yahoo.com

Dan pembayaran bisa ditransfer lewat rekening sbb:

Caecilia Damayanti
BCA Bogor Cab. Siliwangi
No. 427.1309231

Yukkk pesan :)

Ditunggu ya........... Thx a lot

Nb: Setelah transfer harap mengemail kembali bukti transfer disertai alamat yang jelas untuk pengiriman dan jumlah buku yang dipesan ke kalender.inspiratif@yahoo.com disertai dengan no hp yang dapat dihubungi seandainya alamat pengiriman tidak ditemukan oleh pihak jasa kurir yang kami gunakan.

Untuk bukti pembayaran dg internet banking mohon nama pemesan buku dicantumkan di kolom berita, terimakasih.

Selasa, 25 Mei 2010

Surat dari Papua



Dear Pengurus Vidya Sanggraha,

Terima kasih atas kesediaan anda memfasilitasi saya berbagi ide.
Saya Yosef Rumaseb, tinggal di Kota Biak – Papua, karyawan swasta, berasal dari kampung bernama Korido. Korido adalah ibu kota distrik (kecamatan) Supiori Selatan, Kabupaten Supiori, Propinsi Papua. Kabupaten ini baru dimekarkan dari Kabupaten Biak Numfor 5 tahun lalu.

Sebelumnya, akses ke kampung Korido dari kota Biak hanya bisa melalui laut menggunakan motor tempel selama sekitar 6 – 8 jam – tergantung pada kondisi laut. Saat ini akses jalan darat sudah mencapai kampung ini, dan puluhan kampung lain di sekitarnya. Dan listrik diharapkan pada akhir tahun 2010 atau tahun 2011 akan bisa dinikmati penduduk kampung.

Baik di kampung ini, maupun di beberapa kampung sekitarnya, terdapat beberapa SD dan SMP dan 1 SMA. Kegiatan siswanya demikian : pagi hari sang siswa bangun tidur, mandi lalu sarapan dan mengenakan seragam, memanggul tas dan berangkat ke sekolah. Tiba di sana, mungkin saja ada pelajaran yang diberikan, tetapi lebih sering tidak --- karena guru sedang berada di kota entah untuk kepentingan dinas atau pribadi. Usai jam sekolah, si siswa pulang, melepas pakaian seragam, makan siang dan lalu bermain. Pada malam hari, sebagian besar di antara mereka pergi melaut atau bermain, tidak belajar. Listrik pada sebagian besar kampung belum ada. Apalagi akses untuk memperoleh informasi alternatif nyaris tidak ada. Satu-satunya media informasi adalah televisi di rumah tetangga, yang sayangnya, masih dipenuhi acara sinetron, horror, maupun kekerasan.

Sejak bertahun lalu, saya sudah resah melihat kondisi ini. Namun situasi belakangan membuat keresahan lebih meningkat. Penerapan Ujian Akhir Nasional (UAN) tidak selalu berakibat baik. Di tingkat makro, saat ini, ironinya 300an SMA, 500an SMP gagal meluluskan lebih dari 300 ribu anak di seluruh Indonesia. Masalahnya lagi, nilai untuk lulus tiap tahun dinaikkan 25 basis point. Dan tahun depan sudah harus di atas angka 5.75. Padahal, jangankan laboratorium, guru bermutu dan perpustakaan saja masih mimpi di remote area. Apakah anak bangsa yang di daerah remote seperti di Korido ini memiliki harapan untuk masuk jenjang pendidikan lebih tinggi, sementara dia sedang beradu dengan siswa di kota-kota besar ibarat becak beradu kecepatan dengan mobil mewah di jalan tol? Apakah anak-anak dari daerah remote ini bisa bersaing di dunia kerja dalam era globalisasi yang mempersyaratkan penguasaan IPTEK tinggi?

Keresahan ini melahirkan obsesi untuk membangun satu Perpustakaan dan Taman Bacaan di kampung Korido yang terpadu dengan Taman Bermain Anak-Anak. Saya memulai proses ini dengan menyisihkan penghasilan saya untuk membangun infrastruktur nya sejak tahun 2009. Saya berharap bahwa pada Juli 2010 seluruh infrastruktur sudah diselesaikan dan dapat diresmikan penggunaannya menandai dimulainya tahun ajaran baru 2010 - 2011. Sambil selesaikan pekerjaan infrastruktur, saat ini saya mulai mengumpulkan berbagai buku untuk mengisi perpustakaan serta mainan anak-anak. Saya juga mendiskusikan keresahan ini dengan para orang tua, guru, tokoh agama, dan beberapa murid untuk bersama-sama memacu diri untuk bekerja dan belajar lebih serius – suatu lokakarya yang membahas masalah ini nampaknya diperlukan.

Dan mudah-mudahan nanti tahun 2011, saya bisa melembagakan aktivitas ini di bawah naungan sebuah institusi (semisal LSM) untuk memastikan kerja sama melalui manajemen yang profesional dengan pihak pemerintah dan badan sosial lain.

Semoga saja, melalui lembaga ini, kami akan memiliki taman bermain anak-anak, taman baca, perpustakaan induk, dan perpustakaan keliling seperti mobil atau perahu bermotor tempel untuk memberikan akses buku kepada lebih banyak anak sekolah di area yang lebih terpencil.

Memang inisiatif ini bukan jalan keluar paripurna atas masalah di atas. Pembangunan pendidikan mensyaratkan pembenahan infrastruktur, guru yang berkualitas dan sejahtera, kurikulum, keterlibatan masyarakat. Namun saya berharap bahwa pengelolaan Taman Bermain, Taman Baca, dan Perpustakaan, secara optimal bisa memicu proses aksi dan refleksi kritis di antara orang tua, guru dan pengambil kebijakan pendidikan untuk mencari solusi mendalam untuk mengurangi resiko buruk bagi masa depan anak di remote area. Bagi siswa, jika Taman Bacaan bisa disinari pada malam hari dengan beberapa lampu petromaks berbahan bakar minyak tanah dengan durasi waktu 4 jam semalam, maka kita bisa menambah jam belajar mandiri siswa secara bertahap dari 1 sampai 4 jam per malam.

Kami memerlukan buku sekolah sesuai kurikulum nasional baik SD sampai SMA, film pendidikan, buku bacaan umum maupun bacaan anak-anak yang bisa memotivasi anak belajar, rekaman drama pendidikan, film/buku/rekaman cerita tentang keberhasilan orang yang berjuang mengatasi kesulitan hidup, film atau rekaman drama audio mengenai tantangan globalisasi, dan mainan anak-anak dalam berbagai bentuk. Atau mungkin anda bisa membantu saya meneruskan ide ini kepada pribadi atau lembaga yang punya program serupa yang bisa membantu mewujudkan obsesi ini lebih cepat. Apa pun itu, kiranya itu dapat memberi kontribusi dalam membangun masa depan anak bangsa di daerah terpencil, antara lain di kampung Korido dan sekitarnya.

Terima kasih.
Biak 17 Mei 2010
Salam,
Yosef Rumaseb

Kompleks Kantor Bangdes
Kabupaten Biak Numfor
Jalan Sorido Raya
BIAK - Papua
Email : yosef.rumaseb@hotmail.com